Merajut Esok di Balik Luka
Karya: Khaira ZivanaDi balik robeknya kelopak malam yang kelam,
ada benih ketabahan yang tertanam diam.
Air mata menyirami tanah hati yang gersang, mengikis duka,
bersiap menyambut terang.
Luka ini bukanlah tanda akhir sebuah cerita,
melainkan babak awal penempaan jiwa.
Rasa sakit mengajariku cara berdiri kokoh,
saat badai hidup datang mencoba meroboh.
Perlahan, tunas harapan mulai menyembul,
di antara puing kecewa yang sempat mengumpul.
Setiap perih menjelma menjadi kelopak bunga,
mekar indah, memancarkan aroma bahagia.
Aku tidak lagi meratapi goresan masa lalu,
sebab dari sana kuperoleh kekuatan baru.
Kini aku tegak melangkah tanpa ragu,
tumbuh megah dari luka yang menguatkanku.
Depok, 11 Juli 2026