Dibaca: Memuat...
Setelah Luka Menjadi Bunga
Karya: JAUZA KHALILA MURHANADIDulu, luka datang tanpa mengetuk,
meninggalkan sunyi di ruang yang pernah penuh.
Ada tangis yang kusimpan di balik senyum,
ada kecewa yang kupeluk sebelum tidur.
Aku pernah mengira, luka hanya akan tinggal,
menjadi bayang-bayang yang enggan tanggal.
Namun waktu mengajariku perlahan,
bahwa patah bukan akhir dari perjalanan.
Dari tanah yang pernah basah oleh air mata,
tumbuh keberanian yang tidak pernah kuduga.
Akar-akar harapan menjalar dalam diam,
menembus gelap, mencari cahaya yang tenggelam.
Kini, aku tidak lagi membenci luka.
Sebab darinya aku belajar menerima,
bahwa kehilangan dapat mengajarkan keikhlasan,
dan kesakitan dapat melahirkan keteguhan.
Jika hari ini aku masih berdiri,
itu karena pernah jatuh berkali-kali.
Aku tumbuh bukan tanpa luka,
melainkan karena luka mengajariku menjadi dewasa.
Palangkaraya, 25 Juli 2026