Tunas dari Luka yang Sama
Karya: INDIRA SYUFI UTAMITrembesi itu berdiri, meski separuh dirinya hilang,
tunggulnya masih basah oleh getah yang tak kunjung kering,
kapak dan badai pernah singgah, sekilas datang,
dan kini ia menunduk pada langit yang mulai bening.
Setiap malam kutatap bekas potongan kayu,
lingkar tahunnya menyimpan luka yang tak pernah sirna,
retak menganga, mengeja sunyi yang syahdu,
menyimpan sebuah nama yang sudah lama tiada.
Lalu pada pagi yang tak pernah kunanti,
sesuatu yang hijau tumbuh, kecil dan ragu,
menyembul tepat di garis luka yang malu-malu,
menghadap matahari yang perlahan menyatu.
Kini dahan baru melengkung menyerupai lengan,
memeluk bekas potongan seperti memeluk luka lama,
trembesi itu tumbuh, membawa masa lalu dalam badan,
akarnya menua, namun tunasnya akan selalu menyimpan cerita.
Cimahi, 28 Juli 2026