Tumbuh Dari Luka
Karya: HamidahAda luka yang tidak pernah benar-benar sembuh,
ia hanya belajar untuk hidup berdampingan dengan diriku.
Aku pernah mengutuk setiap retak yang tertinggal di dada,
mengira luka hanya tanda bahwa aku terlalu lemah untuk bertahan.
Aku pernah takut kehilangan hingga cemburu tumbuh tanpa kuminta,
hingga kuputuskan mundur selangkah, bukan untuk pergi,
hanya untuk belajar mengerti rasa yang belum kupahami sendiri.
Namun waktu mengajarkan sesuatu yang tak pernah kuduga,
bahwa luka adalah tanah yang paling subur untuk sebuah pertumbuhan.
Dari sana akar keberanian mulai menjalar diam-diam,
menembus kegelapan yang dulu kukira akan menenggelamkanku selamanya.
Kini aku memahami, bekas bukanlah aib yang harus disembunyikan,
melainkan peta perjalanan yang menuntun aku mengenal diri sendiri.
Setiap luka yang pernah menganga kini menjelma menjadi sayap,
mengangkatku untuk tumbuh lebih tinggi dari sebelum aku terjatuh.
Pancor Kopong, 17 Juli 2026