Dibaca: Memuat...
Caragana
Karya: Gina Mulia PutriDi lipatan waktu, caragana menenun musim gugur ke urat akarnya.
Bahkan cahaya tak sempat menjadi saksi
Ia hanya tampak sebagai ranting yang memelihara warna di dalam diamnya
Di bawah kulit kayunya, setiap yang luruh tetap bernapas.
Padahal, di bawah tanah waktu mematangkan sehelai kuning
Ketika akhirnya mekar, tak seorang pun tahu warnanya dari gugur yang tak selesai.
Ia tak meminta musim kembali, atau angin membalik luruh.
Dari rahim tanah, akar telah mengeja nama cahaya.
Tak satu pun penantian benar benar hilang
Ia hanya berpindah ke dalam kelopak
Mekarnya bukan perayaan musim, melainkan cara bumi mengingat cahaya.
Dan tanah tetap diam, seolah keajaiban tak pernah meminta bertepuk tangan.
Lalu angin membawa caragana tanpa suara.
Tak ada yang tahu berapa musim dikandung akar
Hingga akhirnya kuning memiliki nama
Dan bumi diam diam ikut berbunga
Padang, 29 Juli 2026