Perempuan yang Menenun Sunyi
Karya: Gesika AvelinaSetiap waktu
Adalah kejahatan abadi tanpa mengerti
inama a meraba rongga dada yang kosong
Mencari denyut yang tertinggal
Dengan jemari gemetar
ia sapu serpihan caci maki yang berserakan di lantai
dan nama-nama asing yang mengelupas di dinding
menjelma debu pekat pada tirai kamar
Namun tiada benang
yang sanggup merajut kembali
Tubuh yang telanjur disayat merah
ia biarkan darahnya mengalir pelan
Menghidupkan sulaman bunga di atas luka
yang tak pernah lelah bernama sabar
Sulawesi Utara, 28 Juli 2026