Mawar yang Mekar
Karya: Fitria RamadaniLihatlah mawar itu.
Sebelum jadi bunga,
Ia harus menembus tanah yang gelap dan dingin.
Akarnya disobek, batangnya dipaksa naik,
Baru kemudian ia belajar mekar.
Begitu juga denganku.
Tumbuh itu bukan sekadar mekar.
Tumbuh itu luka yang dirawat diam-diam.
Ada kata-kata yang menggoresi kelopakku,
Ada hujan yang membusukkan daun-daunku.
Tapi dari situ aku belajar.
Dari patahnya tangkai, aku tahu cara berdiri.
Dari layunya kelopak, aku tahu cara bertahan.
Dari perihnya duri, aku tahu cara menjaga diri.
Kini aku mekar dengan indah,
Bukan karena tak pernah sakit.
Tetapi, indahku adalah luka
Yang memilih untuk tidak mati.
Bantaeng, 15 Juli 2026