Fitri Listiani Tanjung - Menyulam Cahaya dari Luka (OSN 3.7)

📅 22 Juli

Menyulam Cahaya dari Luka

Karya: Fitri Listiani Tanjung


Ada hari-hari ketika hidup terasa terlalu berat,
seolah langit lupa cara menjadi biru.
Aku berjalan dengan langkah yang pelan,
membawa luka yang tak selalu tampak,
namun cukup dalam untuk mengubah cara memandang dunia.
Orang-orang sering mengira luka hanya tentang air mata.
Padahal, ada perih yang memilih diam,
bersembunyi di balik senyum yang dipaksakan,
menunggu waktu mengajarkan
bahwa sembuh bukan berarti melupakan.
Aku pernah ingin menyerah,
mengira semua yang retak tak akan kembali utuh.
Namun pagi datang tanpa meminta izin,
matahari tetap menyapa jendela,
dan hidup perlahan mengajarkanku
bahwa cahaya selalu menemukan jalannya.
Aku mulai merangkai harapan
dari serpihan mimpi yang pernah jatuh.
Sedikit demi sedikit,
kutitipkan keberanian pada setiap langkah,
kusulam cahaya dari benang-benang luka,
hingga hatiku tak lagi hanya mengenang sakit,
tetapi juga merayakan bertahan.
Kini aku mengerti,
luka bukan akhir dari perjalanan.
Ia adalah ruang tempat hati belajar tumbuh,
tempat air mata berubah menjadi doa,
dan kecewa menjelma kekuatan.
Jika suatu hari hidup kembali menggoreskan perih,
aku tak akan lagi takut.
Sebab aku tahu,
di balik setiap luka yang datang,
selalu ada cahaya yang menunggu untuk disulam,
menjadi kisah tentang seseorang
yang memilih bangkit,
meski pernah jatuh berkali-kali.



Pinangsori, 20 Juli 2026