Pelukan untuk mimpi yang pergi
Karya: Firgilia Susanti putri AningAku menitipkan langit pada sepasang mata yang penuh yakin.
Kukumpulkan harapan dari embun pagi,kurangkai Impianku
dengan tangan yang tak pernah lelah. Kupikir,semesta akanl
selalu memihak kepada orang yang tidak berhenti berjuang.
Namun hidup memiliki cara bahasa yang tidak dapat dimengerti.
Ia datang membawa badai,menggugurkan daun daun Impian yang
belum menjadi rindang. Aku berdiri diatas reruntuhan,menatap
harapan yang perlahan kehilangan harapan dan cahaya.Ada
malam-malam Ketika air mata menjadi teman paling setia.
Aku bertanya kepada langit mengapa mimpi harus patah
saat langkah mulai menemukan arah. Mengapa doa yang
selalu kuucapkan tidak semuanya menjadi kenyataan.Aku
sadar ,tidak semua yang pergi adalah kegagalan. Sebagai
halnya jalan yang mengajarkan cara merelakan. Mimpi
memang bisa runtuh, tetapi semangat dan keberanian
seharusnya tidak ikut terkubur bersamanya.Hari ini,
kupeluk mimpi yang telah pergi tanpa amarah, tanpa
menyalahkan waktu.kubisikan terima kasih atas setiap
luka yang pernah ia tinggalkan, karena darinya belajar
lebih kuat dan berani dari pada diriku yang kemarin.
Biarlah angin membawa mimpi itu ketempat yang jauh
yang tak lagi mampu kuraih.Aku akan melangkah dengan
hati yang lapang membuka lembaran baru yang tidak
Pernah kubayang .Sebab hidup bukan hanya tentang
mimpi yang berhasil kuraih, tetapi tentang keberanian
memeluk kehilangan dan tetap percaya bahwa setelah
satu mimpi pergi, akan selalu ada fajar yang membawa
harapan baru.
Yoyakarta,18 juli 2026