SEPUCUK SURAT PEREBUT MIMPI
Karya: Fatiya Nur FadilaDua hari lagi
Hati riang wajah berseri
Menanti sepucuk surat penentu kemenangan
Membuka lembaran baru dengan harapan yang lebih maju
Mampu kan diri ini meraihnya
Tidak hanya sekedar luka lama yang terulang kembali
Tuhan
Izinkan aku menjadi pemiliknya, kali ini saja
Kalimat yang terus terulang dan menggema di sudut ruangan setiap malam
Dengan harapan sama di dalam dada
Satu hari lagi
Degup jantung berdebar-debar mengguncang jiwa
Kalimat-kalimat harapan terus terulang
Setiap jam, menit bahkan detik
Hari ini
Peluh di pelipis membasahi
Surat berwarna coklat berada di tangan
Ku sobek perlahan hingga terlihat isi di dalamnya
Kutarik perlahan sambil memejamkan mata
Lihatlah
Satu kata mengoyakkan semangatku
Aku terkulai lemas tak berdaya
Sepucuk surat perebut mimpi
Demak, 25 Juli 2026