Ketika Akar Memeluk Gelap
Karya: Fatimah Adiningsih OryzaLuka datang bukan seperti petir
Ia gaduh menyobek tabir
Diam-diam menutupi dinding hati hingga getir
Bahkan kupikir retak adalah muara segalanya berakhir
Ternyata bumi mengajarkan rahasia
Meski tak pernah diajarkan manusia
Akar justru bekerja di tempat yang tak terlihat mata
Ia menembus gelapnya malam
Tanpa pernah meminta salam
Teguh menggenggam tanah
Menerima takdir sebagai anugerah
Barangkali begitulah cara Tuhan menuntun diri
Bukan sekadar menghadiahkan musim semi
Tetapi mengizinkan angin membawa cahaya berseri
Tak semua kelopak mekar di musim yang damai
Ada yang menunggu hingga hujan selesai
Ada yang berbunga usai diguncang badai
Biarlah masa lalu tetap menjadi tanah
Tempat akar-akar syukur bertumbuh
Sebab luka tak meminta untuk dilupakan
Kadang ia hanya ingin diikhlaskan
Agar dari celahnya tumbuh pepohonan
Yang sanggup menaungi orang kelelahan
Tulungagung, 30 Juli 2026