Fadlilatun Naila - Fajar Setelah Malam yang Panjang (OSN 3.7)

📅 28 Juli
Dibaca: Memuat...

Fajar Setelah Malam yang Panjang

Karya: Fadlilatun Naila


Aku pernah berjalan di lorong yang dipenuhi sunyi,
menghitung gema langkah yang tak pernah kembali.
Pada setiap dinding kutitipkan mimpi,
namun waktu hanya mengembalikan sepi.
Aku terus melangkah, meski arah enggan menyapa,
menitipkan tabah pada jejak yang tersisa.

Ada hari ketika senyum hanya kupinjam sementara,
agar dunia tidak sibuk menerka luka.
Ada malam ketika tangis kupeluk tanpa suara,
karena tidak semua kehilangan pandai bercerita.
Aku belajar menjadi langit yang tampak tenang,
meski diam-diam memeluk hujan paling panjang.

Tak lagi kupaksa waktu menjahit lara,
karena luka pun tahu kapan ia reda.
Sunyi yang dahulu kupandang nestapa,
perlahan menjelma ruang untuk menata.
Di antara retak yang tak pernah sirna,
kutemukan diriku yang sempat terlupa.

Maka kuteruskan langkah tanpa tergesa,
meski lorong masih menyimpan gema.
Sedikit demi sedikit gelap belajar reda,
menyingkap ufuk yang lama terpejam mata.
Lalu fajar datang tanpa banyak bicara,
cukup membuatku percaya bahwa malam memang sementara.


Kudus, 28 Juli 2026