Lumbung yang Kosong
Karya: Elvira TurnipIbu menyimpan benih di lumbung bambu,
menghitung hujan yang belum juga turun,
seperti menghitung usia yang kian pendek.
Ada plastik pembungkus doa di setiap sudut,
lembap, tetapi tak pernah basah oleh air mata.
Sawah itu retak sejak tahun lalu,
namun ia tetap menajamkan cangkul,
seakan tanah masih percaya pada tangan yang sama.
Ketika kabar kekeringan datang lewat radio tetangga,
ia hanya diam, memungut satu butir padi kosong,
menyimpannya di saku, seperti menyimpan anak yang mati muda.
Malam itu lumbung dibuka.
Tak ada yang tumbuh dari sana selain kesunyian,
dan ia belajar bahwa sebagian mimpi
tidak roboh dengan suara,
melainkan mengering pelan-pelan,
seperti sungai yang lupa arah menuju laut.
Simalungun, 13 Juli 2026