Dibaca: Memuat...
Mawar di Tanah Retak
Karya: Dwi Nova AuliaDi tanah yang retak, aku menanam harapan dengan jemari yang masih menyimpan gemetar. Tak ada yang percaya bahwa kehidupan sanggup tumbuh dari luka yang begitu dalam.
Mereka hanya melihat rekahan yang menganga, sementara aku belajar bahwa akar tak pernah memilih di mana ia harus bertahan.
Aku adalah mawar itu. Tak lahir di taman yang sempurna, melainkan di antara musim yang berkali-kali merenggut warna.
Lukaku tak lagi kupanggil petaka, ia telah menjadi guru yang mengajarkan arti sabar, mengajarkan bahwa tangis dapat menjelma embun bagi kelopak yang hampir gugur.
Maka biarkan tanah tetap retak, biarkan angin membawa sisa-sisa duka. Sebab aku tahu, setiap kelopak yang mekar adalah bukti bahwa harapan selalu menemukan jalannya.
Dan jika kelak ada yang bertanya dari mana indah itu berasal, akan aku jawab —
"Dari luka yang tak memilih menyerah, hingga akhirnya tumbuh menjadi mawar."
Lebak, 25 Juli 2026