Menjemput Mekar di Batas Lara
Karya: Dinda AmaliaDi bawah langit kelabu yang menumpahkan sunyi,
Langkah kaki terpaku pada serpihan duri.
Setiap tikaman masa lalu meninggalkan nyeri,
Mengukir perih di relung jiwa yang sendiri.
Darah dan air mata pernah tumpah bersama,
Meratapi runtuhnya asa di palung bencana.
Namun, luka bukanlah akhir dari sebuah cerita.
Ia adalah tanah basah tempat benih baja merata.
Dari isak tangis yang lelah merajut malam,
Kutebar doa dalam dekap sabar yang diam.
Kuseduh perih menjadi tenaga yang membara,
Menghidupkan kembali nyali yang hampirantara.
Lihatlah kini, tunas harapan mulai menembus tanah,
Merengkuh mentari setelah badai lelah.
Luka yang dulu menganga kini menjelma baja,
Membawa diri bangkit, tumbuh, dan berjaya.
Musi Rawas, 20 Juli 2026