Ketika Langit Kehilangan Alamat
Karya: Diego Disentrius BlegurDi jendela kamar kau tinggalkan,
debu menulis nama-nama yang lupa pulang.
Kalender tergantung pada bulan yang sama,
seolah waktu enggan melangkah dari janji lama.
Sepatu di rak masih mengarah ke pintu,
menyimpan jejak menuju kota yang tak jadi kaudatangi.
Peta terlipat di laci, garis birunya memudar,
seperti jalan yang lupa ke mana ia bermula.
Malam menyimpan radio tanpa suara,
frekuensi yang dulu memanggil namamu kini kosong.
Bintang-bintang pindah alamat diam-diam,
meninggalkan langit bertanya pada dirinya sendiri.
Kini kau duduk memunguti serpihan cahaya,
menyusunnya kembali menjadi sesuatu yang bukan bintang,
hanya bekas terang yang pernah tahu jalan pulang.
Kupang, 17 Juli 2026