Mekar di Bekas Patah
Karya: DIAH CHALYSTA RANIDahulu, dada ini adalah tanah gersang,
dihantam sepi dan penderitaan yang panjang.
Setiap sembilu merajek sunyi di lubuk hati,
mengajari mata cara menangis tanpa bersuara lagi.
Namun, air mata ternyata tak pernah sia-sia.
Ia membasahi benih sabar yang hampir mati rasa.
Di kedalaman luka yang teramat perih dan pekat, akar keberanian justru merambat semakin erat.
Aku belajar merangkul ranting yang patah,
menjadikan retakan tempat melangkah.
Sebab kesakitan bukan akhir dari perjalanan,
melainkan awal pembentukan keteguhan.
Kini, dari retakan yang pernah begitu berdarah,
tumbuh helai daun yang tak lagi menyerah.
Aku mekar kembali, bukan karena tak pernah hancur, melainkan karena memilih bangkit dari rasa hancur.
Bandar Lampung, 26 Juli 2026