Di Antara Puing Yang Luruh
Karya: Devi sintia arifinHari ini, langit-langit itu retak
membawa gemuruh yang paling senyap
Menara tinggi yang kubangun dengan detak
kini menjelma puing, hancur dan lenyap
Aku pernah menenun warna pada awan
mengikat janji pada bintang yang benderang
Namun badai datang tanpa kepalsuan
menyisakan abu di sudut ruang yang gersang
Bagaimana bisa sebuah megah sirna begitu saja
Ketika kenyataan menuntutnya bangun dari dusta
Harapan yang dulu berkilau bak permata
kini meredup, kehilangan dayanya
Langkah kaki yang dulu penuh rona
terhenti di atas pecahan kaca yang sama
Satu per satu arsitektur angan itu runtuh
merobek dinding dada yang kian rapuh
Mimpi itu bukan lagi tempatku berteduh
ia telah menjadi makam bagi rindu yang melepuh
Aku berdiri di tengah reruntuhan ini
menatap jemari yang kosong tak menyisa
Mimpi itu telah selesai menemani
meninggalkan aku, belajar menerima luka
Denpasar 11 juli 2026