Angin yang kencang
Karya: DesianiKau datang seperti angin yang kencang.
Membawa tawa, lalu pergi tanpa pamit.
Meninggalkan jendela terbuka,
Dan hati yang kedinginan
Kau datang tanpa mengetuk pintu,
Menerbangkan dedaunan yang begitu banyak,
Yang sengaja disimpan rapi disudut pintu,
Membuat rinduku semakin ribut.
Pepohonan ditempa oleh angin yang kencang,
Menggoyahkan ranting-ranting rapuhnya,
Agar yang tersisa hanya akarnya,
Yang semakin dalam mencengkeram bumi.
Kini aku belajar satu,
Menurut pintu sendiri agar tidak salah langkah lagi,
Agar angin berikutnya,
Tak lagi seenaknya masuk tanpa hal yang jelas.
Desiani
Riau, 4 Juni 2026
Riau, 4 Juni 2026