Yang Tersisa Adalah Aku
Karya: Cut Ellya SalmaDulu kukira
setiap luka hanya akan mewariskan kehilangan.
Aku sibuk menghitung yang telah pergi,
hingga lupa menjaga
yang masih tinggal di dalam diri.
Aku pernah marah kepada keadaan,
merasa hidup enggan memihak.
Semakin lama kupeluk amarah,
semakin asing pula
aku terhadap diriku sendiri.
Lalu waktu datang
tanpa janji dan tanpa suara.
Ia tak menghapus luka,
melainkan mengajarkanku
cara hidup berdampingan dengannya.
Perlahan kupahami,
tidak semua rasa sakit harus dimenangkan.
Ada yang cukup diterima,
lalu disimpan sebagai pelajaran
agar langkah tak lagi dipenuhi ketakutan.
Kini bekas itu masih ada,
namun tak lagi menentukan arah hidupku.
Aku memilih tumbuh,
hingga akhirnya kusadari,
yang tersisa bukan luka,
melainkan aku.
Bener Meriah, 28 Juli 2026