Dibaca: Memuat...
Runtuhnya Mimpi
Karya: CHALIDADi atas puing harapan yang retak, aku berdiri mematung. Semesta seolah bersekongkol mematahkan sayap imajinasiku yang sempat mengepak tinggi. Kata-kata manis kemarin kini berubah menjadi debu yang menyesakkan napas. Aku menatap langit kelabu, mencari sisa cahaya yang mungkin masih terselip di balik awan kekecewaan. Namun, yang kutemukan hanyalah keheningan yang mencekam. Mimpi itu tidak mati, ia hanya tertidur lelap dalam luka yang menganga. Mungkin esok, atau lusa, ia akan bangkit kembali dari abu kegagalan ini. Hingga saat itu tiba, aku akan belajar merangkai ulang serpihan hati yang berserakan, menunggu fajar baru menyapa jiwa yang lelah namun belum menyerah sepenuhnya pada nasib.
Jakarta, 21 Juli 2026