Dari Luka, Aku Bertumbuh.
Karya: Celsy Clawdya Butar ButarAku pernah menyalahkan hidup
ketika satu per satu orang yang kucintai pergi.
Langit terasa lebih gelap dari biasanya,
dan rumah tidak lagi menjadi tempat untuk pulang.
Aku berjalan membawa kecewa
yang kusimpan rapat di balik senyum.
Tidak banyak yang tahu
betapa sering aku ditemani air mata
ketika malam menelan segala suara
dan kesunyian menjadi teman yang setia.
Ada hari-hari ketika aku ingin menyerah,
saat harapan terasa terlalu jauh untuk digapai.
Aku bertanya kepada diri sendiri,
apakah semua luka ini akan berakhir
atau justru tinggal selamanya dalam ingatan.
Namun, waktu tidak pernah berhenti berjalan.
Perlahan, aku belajar menerima,
belajar bangkit, dan belajar memaafkan.
Luka itu memang tidak hilang,
tetapi mengajarkanku tentang ketabahan.
Dari setiap kehilangan, aku menemukan pelajaran.
Dari setiap jatuh, aku menemukan kekuatan.
Kini aku mengerti bahwa tidak semua yang patah harus berakhir.
Sebab terkadang, manusia justru tumbuh paling kuat
dari hal-hal yang pernah menghancurkannya.
Bengkalis, 17 Juli 2026