Bunga Meilani Buling - "Di Kebun yang Disiram Luka" (OSN 3.7)

📅 18 Juli

Di Kebun yang Disiram Luka"

Karya: Bunga Meilani Buling


Tak semua benih
dititipkan pada tanah yang ramah.
Ada yang jatuh
di antara retak-retak harapan,
lalu dipaksa mengenal hujan
sebelum sempat menyapa matahari.

Aku adalah benih itu.

Pernah mengira
bahwa luka adalah akhir musim,
bahwa tangis hanya akan melahirkan
malam yang tak selesai.
Namun waktu diam-diam mengajariku,
bahwa tanah paling subur
sering kali terbentuk
dari sesuatu yang telah hancur.

Luka tak pernah bertanya
apakah aku siap menerimanya.
Ia datang,
meninggalkan bekas
yang bahkan angin pun enggan menyentuh.

Tetapi,
di setiap nyeri yang kupeluk sendirian,
tumbuh akar
yang membuatku lebih kuat
mencengkeram kehidupan.

Aku tak lagi meminta
jalan tanpa duri.
Sebab aku tahu,
mawar tak kehilangan harum
hanya karena ia dijaga oleh luka.

Kini,
aku berjalan
dengan bekas yang masih terlihat.
Bukan untuk menyembunyikannya,
melainkan agar dunia tahu
bahwa patah
bukan berarti selesai.

Jika kelak seseorang bertanya
mengapa aku masih mampu tersenyum,
akan kujawab—

karena aku pernah menjadi hujan
bagi diriku sendiri,
dan dari setiap tetes yang jatuh,
aku belajar
menumbuhkan harapan.

Biarlah luka tetap tinggal
sebagai saksi,
bahwa seseorang
pernah hampir menyerah,
namun memilih tumbuh
daripada tenggelam.

Sebab hidup
bukan tentang siapa yang tak pernah terluka,
melainkan siapa
yang berani menjadikan luka
sebagai akar
untuk menjulang lebih tinggi
menggapai langit.


Kupang 18 juli 2026