Perjalanku
Karya: Azhiim Mulki RamadhanDi ruang rawat nadi memukul irama sendiri,
sel darah berlayar membawa napas hidup;
talasemia bukan rantai yang mengikat langkah,
hanya satu arah yang harus kutempuh tenang.
Bunga cempaka mekar menembus kabut lelah,
wanginya membelai ragu yang menyelinap;
setetes darah baru menjadi angin segar,
mengembalikan kekuatan yang sempat menguap.
Datang rutin menerima tetes kehidupan,
bukan beban, tapi jembatan melintasi hari;
meski tubuh kadang ringkih bagai ranting,
tekad berdiri tegak tak mau tergoyahkan.
Di atas panggung tari kurangkai gerak,
di atas kertas kalam melukis makna;
harapan tumbuh walau ada batas ruang,
bukti asa tak mengenal kata habis.
Di kota tepi laut yang tenang lapang,
aku melangkah dengan keyakinan hati;
perjalanan ini milikku sepenuhnya,
dijalani dengan tabah dan harap nyata.
Toboali, 26 juni 2026