Kala Bayang Menjelma Cahaya
Karya: Anita ElfiraLuka silam melintasi akar jiwaku,
seolah tiada celah bagi bahagiaku.
Kasihku bagai petir yang menyambar,
merobohkan harap yang perlahan pudar.
Namun, kusadari reruntuhan bukanlah akhir.
Dari setiap luka yang kuterima, aku belajar.
Merengkuh perih yang disampaikan semesta,
lalu menata serpih-serpih diri setulus jiwa.
Aku pergi meninggalkan tempat usang itu,mencari tempat di mana aku diterima.
Aku berjalan tanpa bayang kala itu,
di antara insan-insan pemilik cahaya.
Aku merasa tertinggal, bak kehilangan arah,
mencari jejak bayangku yang entah di mana.
Kususun kembali serpih-serpih yang tersisa,
agar daku mampu bertumbuh sebagaimana semestinya.
Hingga akhirnya kutemukan bayang dan cahayaku,
Sebab luka tak selamanya nestapa,
ia pun menjelma benih yang menumbuhkan asa.
Dari akar yang pernah terluka, tumbuh jiwaku, utuh dalam cahaya.
Tangerang Selatan, 16 Juli 2026