Anisti Nur Marfua - Daur patah (OSN 3.7)

📅 17 Juli

Daur patah

Karya: Anisti Nur Marfua


Ada masa ketika aku lebih akrab dengan diam
daripada suaraku sendiri.
Di antara banyak wajah,
aku memilih menjadi bayang,
seolah hadir atau tidak,
tak akan mengubah apa-apa.
Aku pernah percaya
bahwa hidup akan baik-baik saja.
Aku berjalan tanpa banyak bertanya,
tanpa merasa perlu mengejar sesuatu.
Buku-buku hanya menjadi deretan punggung
yang kulewati tanpa ingin mengenalnya.
Sampai suatu hari,
waktu seperti mengetuk pelan.
Ia tidak memarahiku,
hanya memperlihatkan bahwa hari esok
tidak pernah dibangun oleh rasa cukup.
Sejak itu aku mulai memungut
hal-hal kecil yang dulu di abaikan.
Satu halaman,
satu kalimat,
lalu satu keberanian
yang tumbuh tanpa kusadari.
Pelan-pelan,
aku menemukan diriku
dari banyaknya lembar-lembar yang kubaca.
Yang berubah bukan hanya cara berpikirku,
tetapi juga langkahku.
Aku yang dulu gemetar
bahkan untuk menyebut namaku sendiri,
kini mampu berdiri
di hadapan banyak pasang mata.
Bukan karena rasa takut itu hilang,
melainkan karena aku belajar
berjalan bersamanya.
Hari ini aku masih belajar.
Bukan untuk menjadi yang paling tahu,
melainkan agar tak berhenti bertumbuh.
Sebab ilmu bukan sekadar jalan menuju pekerjaan,
tetapi jendela yang membuat dunia
terlihat lebih luas daripada kemarin.
Barangkali inilah daur patah.
Bukan tentang kembali utuh,
melainkan tentang menerima retak
hingga ia berubah menjadi arah.
Dan jika hari ini aku masih melangkah,
itu karena aku pernah patah,
lalu memilih tumbuh
tanpa meminta siapa pun
mengembalikanku seperti semula.


Magetan, 15 juli 2026