Akar yang Tetap Hidup
Karya: Angelica Callista SulaemanTidak semua luka meninggalkan darah. Ada yang memilih diam, lalu tinggal begitu lama di dalam hati. Aku pernah ingin menghapusnya, seolah semua kenangan dapat hilang hanya karena waktu berlalu. Namun, semakin aku melawan, semakin aku mengerti bahwa luka tidak selalu datang untuk menghancurkan. Ia mengajarkan keberanian yang tidak pernah kupelajari saat semuanya baik-baik saja. Sedikit demi sedikit, aku belajar menerima hari yang berat tanpa kehilangan harapan. Bekas itu masih ada, tetapi tidak lagi mengikat langkahku. Kini aku percaya, akar justru tumbuh lebih kuat ketika menembus tanah yang keras. Begitu pula diriku. Aku tidak menjadi kuat karena tidak pernah terluka, melainkan karena memilih bangkit setiap kali hidup mencoba menjatuhkanku, lalu terus melangkah dengan hati yang lebih dewasa.
Bogor, 10 Juli 2026