Dibaca: Memuat...
Senja yang tak pernah pulang
Karya: Alya AmandariSenja yang tak pernah pulang
Senja kembali menyapa bumi,
mewarnai langit dengan jingga yang perlahan memudar.
Di hadapan makammu, aku berdiri sendiri,
membiarkan rindu berbicara tanpa suara.
Angin mengusap guguran bunga,
seolah membawa salam yang tak pernah kunjung sampai.
Namamu tetap hidup dalam ingatan,
meski ragamu telah lama beristirahat dalam keheningan.
Tak ada lagi sapamu yang menghangatkan pagi Lebaran,
tak ada tawa yang pulang bersama takbir.
Yang tersisa hanyalah doa-doa,
yang kupanjatkan setiap kali langkahku sampai di sini.
Senja pun tenggelam bersama waktu,
namun rinduku tak ikut redup.
Di setiap cahaya yang menghilang,
aku percaya kasih tak pernah benar-benar pergi.
Maka biarlah aku pulang,
membawa hati yang masih penuh kenangan.
Di hadapan pusaramu
kutitipkan doa dan cinta,
agar damai menyertaimu,
hingga kelak, bila Tuhan berkehendak,
kita dipertemukan kembali
dalam keabadian yang tak lagi mengenal perpisahan.
Jambi, 20 juli 2026