Dibaca: Memuat...
Tolak Ukur
Karya: Alfin Nurul ChoiriyahAku mengejar segala yang bisa dikejar,
menumpuk pencapaian seperti bata,
tanpa sadar sedang membangun tembok
di sekeliling adikku sendiri.
Namaku jadi ukuran yang terus disebut,
hingga mereka menoleh padanya dan berkata,
"Kenapa kau tak seperti kakakmu?"
Pertanyaan itu tak lahir dari niatku,
namun akulah ladang tempat ia tumbuh subur.
Ia tak pernah membenciku,
justru dengan sabar ia berdiri disisiku,
menonton namaku dipuji berkali-kali,
sedangkan ia tumbuh jadi bahan perbandingan.
Baru kusadari, luka itu nyata,
bukan luka ditubuhku,
melainkan luka yang kutorehkan
tanpa sengaja, dalam diamnya.
Dari sanalah aku mulai tumbuh,
bukan dengan mengejar lebih jauh,
tetapi dengan berhenti sejenak,
menoleh, dan memeluk rasa bersalah itu.
Dulu ku kira aku sudah tumbuh,
ternyata itu baru permulaan,
sebab tumbuh yang sesungguhnya
baru lahir dari luka ini.
Malang, 29 Juli 2025