Dibaca: Memuat...
ASA
Karya: Adinda Naura SoniaLetih kian mengeruh
Membasuh hati berbalut sendu
Kaki memapah,
menimang ilmu—
Berharap berteman dengan sang andromeda
Dalam gelombang lautan merubuh.
Terperosok ke lubang angan...
Terjungkal buai khayalan...
Memanggil Tuhan dengan rhapsody manis kidung asmaran.
Memikul kemungkaran,
yang menyamar bak pemanis buatan.
Sang Esa menghiraukan;
berpaling bersih,
meminta dibujuk dengan kasih...
Mengelus, menyapu darah yang berhamburan;
di kaki hamba-Nya yang meluruh...
Bertumpuan rindu dan kasih sayang berpadu
Aku tertunduk;
menghamburkan lelah yang menjegahkan ruang hati gelisah...
Rengkuhan hangat menyadarkanku;
menuturkan, bahwa lubang membusuk di ragaku
bukan halangan melangkah maju...
Menghamba...
Membasuhku—Dengan cinta-Nya yang suci itu...
Rintihan hati yang lama ku beri sembunyi;
akhirnya kini merasa dihargai...
Mengompres bengkak hati;
dengan racikan yang tak kupahami
Setelah hujan paku dan berpayungkan debu.
Ia membuatku—tak perlu bersembunyi...
Dari kefasikan hakiki;
yang digadangkan membawaku ke neraka-Mu paling menakuti
Kini...
Rahmat-Mu menghampiri
Dengan manis madu surgawi
Menyadarkan diri;
Membangunkan raga ini.
Di kemudian hari—
Aku kembali;
menjadi hamba yang diminati
Oleh sang Ilahi.
Padang pariaman, 29 Juli 2026