Enigma Jiwa Mencari Suara
Karya: Adinda AndiniDi dalam sunyi
yang tumbuh di antara rusuk-rusuk ingatan,
aku menyimpan banyak hal
yang tak pernah benar-benar tuntas.
Ada luka
yang tidak berdarah,
namun setiap malam
diam-diam mengetuk pintu kesadaran.
Kenangan berjalan seperti bayang-bayang—
sebagian datang tanpa wajah,
sebagian pergi tanpa kata.
Seolah aku ingin berkata:
aku pernah terluka,
aku pernah tersesat,
aku pernah kehilangan bagian dari diriku
di antara kenangan
yang tak mampu kujelaskan.
Seolah mencoba menyusun kembali pecahan-pecahan masa lalu.
Namun, bagaimana mungkin aku bisa menyusun enigma yang
bahkan tidak tahu rupa enigma itu?
Maka aku belajar tumbuh
dari tanah yang pernah mengubur harapan.
Pelan-pelan,
aku menumbuhkan akar
di antara retakan diri sendiri.
Bukan untuk menghapus masa lalu,
bukan pula untuk memaksa
semua teka-teki segera terjawab.
Sebab mungkin saja,
tumbuh bukan tentang
menemukan seluruh jawaban.
Tetapi, tumbuh tentang keberanian
untuk proses yang bisa disyukuri
dan dijadikan pelajaran.
Medan, 20 Juli 2026