Addin Tsana Nabilah - Tuan dan aku dalam luka balutan tawa (OSN 3.7)

📅 28 Juli
Dibaca: Memuat...

Tuan dan aku dalam luka balutan tawa

Karya: Addin Tsana Nabilah


Di balik punggungmu aku bersandar,
Menemani ke mana pun kau melangkah,
Langkahmu tertanda di tanah gelanggang semai.
Punggungmu terasa berat tuan,
Namun bukan beban buku yang ku tampung,
Melainkan keberadaan manusia berduri dalam balut tawa.

Setiap harinya tuanku memendarkan netra bisu.
Kebisuan itu terasa aneh bagiku,
Apa belati lidah berbalut tawa itu tak menyakitinya?
Lambat laun aku mengerti apa yang dirasakan tuan,
Sama halnya sendi bahuku yang dicabik-cabik,
Sayatan perlahan itu terasa sakit lalu hampa,
Tanpa segitiga penopang maka akan goyah,
Beban yang dibawanya tak lagi bisa tertahan.

Kemudian diujung kamar itu bendung emosinya hancur,
Menyisakan buaian air mata di wajah malangnya.
Mengingat untaian ingatan yang menjadi luka,
Akankah tuan bisa menyembuhkan ku dan dirinya sendiri?
Waktu berlalu tuan menjahit ku meski sulit dan sakit.
Bahkan tuan memberikan pernik cantik pada jahitanku.

Kenapa tuan tidak membenciku padahal aku bagian laranya,
Jadi apakah tuan melihatku bagai dirinya?
Akankah tuanku menjahit lukanya juga?
Aku yakin tuan akan menyembuhkan luka, lalu menambah aksen indah pada lukanya sendiri,
Untuk terus menjalani hidup dengan harapan kehidupan hari nanti yang baik.


Banyumas, 27 Juli 2026