Yova Phedra Ambarita
Ku cubit pipinya
Ku cubit pipinya
Rasa takut tak terlihat diwajahnya
Mental baja yang didalam dirinya
Membuat diriku bangga padanya
Berdiri tepat dijalan aspal yang panas
Ku lihat dirinya dikeramaian
Bertatapan dengan kakek tua miskin yang lapar
Si anak yang berhadapan dengan kakek tua
Membawa makanan penuhi perut kosong si Kakek
Lagi-lagi aku kalah
Melihat anak kecil yang sudah tau rasa hormat kepada yang lebih tua
Aku yang sudah remaja
Kadang kala memperlakukan orangtua layaknya
anak tiri
Anak kecil sudah mengerti tentang sopan santun
Aku yang sudah besar
Kadang memperlakukan orang tua saja
Tak mau aku tuntun
Entah anak kecil yang terlalu pintar
Atau aku yang remaja
tapi terlalu kurang ajar
Untuk melempar rasa sombongku
Ku cubit pipinya
Sebagai tanda bertemu dengan dirinya
Tangan ku gemetar
Melihat sikap nya yang hormat.
Pematangsiantar, 05 Juni 2022