Pranita Sari
Aku dan Dia
Perkenalkan, ini diriku
yang terluka tanpa berdarah
Namun hati lebam membiru
Aku yang cedera
Namun malah kau yang meminta untuk di obati
Tiada seorang pun yang tau
Hanya bisa menangis dalam sendu
Tersudut seorang diri
Tanpa dia yang selalu mamapahku berdiri
Banyak pertanyaan yang selalu kuredam
Kenapa seperti ini?
Berlarut-larut aku tenggelam dalam hitamnya kegelapan
Menanti dan berharap bahwa kita kembali sejalan
Kita pernah saling memberikan semangat
Kemudian berubah menjadi saling melupa
Di penghujung jalan itu,
aku menemukan mu
Setelah sekian lama, kutatap kembali sepasang mata itu.
Lalu kita saling melemparkan senyuman
Berusaha membuktikan bahwa kita telah dewasa
Dalam gelap aku menangis hingga tertidur
Lalu bermimpi, bertemu dengan senyum yang sama
Namun menggenggam tangan yang berbeda.
Pekanbaru, 5 Juni 2022