Paulina Ruth Tarigan
Kidung yang Bisu
Di tengah angin yang bertiup sayu
Deras hatiku bergetar oleh bayanganmu
Mengkristalisasi waktuku
Melarutkan anganku
Kala pertemuan yang teduh itu
Hanya sang nirmala yang tahu
Wabah yang menusuk nadiku
Wahai renjanaku...
Biar aku yang menyadari indahnya hari itu
Dahsyatnya ombak yang menderu
Telah menghanyutkan rinduku
Kapan lagi kita akan bertemu?
Biarlah jiwaku menuntunmu
Berjumpa ragaku
Biarlah mataku menangkapmu
Di antara jendela yang lapuk itu
Sebelum hujan memadamkan api pesonamu
Biarlah kata ini menangkapnya dalam bayangan semu
Menyematkan perasaan yang terkurung jiwaku
Melaung dalam kidung yang bisu
Tangerang, 14 Juni 2022