Jernihta Siallagan
Rindu
Rindu ini tak pernah diminta
Dia hanya terucap dalam doa
Rindu yang membuat ku benci
Bertanya mengapa kita pernah bertemu?
Rindu itu mampir dalam gelap malam
Berselimutkan rintik gerimis di malam yang dingin
Bolehkah pertemuan kita dahulu tidak pernah ada dalam takdir?
Aku membenci rindu dan rasa ingin bertemu lagi
Perpisahan yang selalu mengingatkan awal pertemuan kita dengan ujung yang berakhir dengan kata rindu
Kau pergi begitu saja seperti angin hampa di malam hari
Dan malam sepertinya sadar begitu sedihnya perpisahan ini
Bolehkah aku merindukan mu?
Dan boleh kah seharusnya perpisahan ini tidak terjadi?
Sahabat ku.....
Pematang Siantar, 07 Juni 2022