Dibaca: Memuat...
Herlina Maharani
Kepergian mu
Cuaca seperti mengisyaratkan
Kejadian tak seorang pun mengharapkan
Gelap mendung pertanda akan hujan
Aku bergegas pulang dengan hati tak karuan
Tetesan air langit mulai berjatuhan
Diikuti angin yang bersahut sahutan
Kulangkahkan kaki tanpa keceriaan
Namun takdir yang tak diharapkan
Seperti tertancap paku
Tubuhku membeku
Menatap tajam wanita itu
Kau tau? Dia diam terbujur kaku
Detik ini juga aku hancur
Sakit hati ini bercampur
Tak rela kau sudah gugur
Namun Nasi sudah menjadi bubur
Perlahan kuusap wajah ibu
Tanganku menangkup kedua pipi itu
Seakan tak percaya dia meninggalkanku
Kuharap ini hanya sebuah mimpi ku
Hening lama dia tak bersuara
Hatiku semakin sakit terasa
Jiwaku seakan menggila
Mungkinkah dia pergi selamanya?
Sukoharjo 2 Juni 2022