Ariya Putra Pratama
Pertemuan Yang Selalu Ku Nanti
Semilir jejak angin membawaku ke masa lalu...
mengalun bersama nyanyian hujan yang sendu, mungkin terlalu jauh ku bermain badai pasir , hingga tak dapat ku bedakan dengan mata , dimana kebenaran rasa hati kala bayangmu menyapa...namun aku merasa pedih saat diterjangnya tanpa aku dapat membela raga
Bagaimana langit kuat menahan derai-derai keegoisan yang orang-orang putus asa lemparkan? Padahal ia sudah cukup lelah sebagai tempat bintang, planet dan bulan berkeliaran.
Lalu aku mencuri langit di saat kosong. Menanyainya tentang macam-macam rindu yang orang-orang gila tadi titipkan padanya.
Langit menanyaiku 'mengapa?' Karena aku hendak menjadi bagian dari orang-orang gila itu.
Pertemuan yang sangat ku rindukan
Hendak ku ungkapkan terima kasih sebelum perpisahan
Stabat,04 Juni 2022