I Wayan Mardana Putra
Randa Tapak
Tersemai bulir-bulir asa dalam relung-relung kalbu
Jadikan Sang diri terasa hidup, tak redup
Buai madu menyirat lengkapi kasihku
Tak lekang waktu, meringkuk bersama rindu
Benih itu sempat tumbuh, merebak dan merekah
Aku dan kamu tahu, semua telah berubah
Relung kalbu kini penuh haru pilu
Terbantantahkan waktu bersama ego angkuhmu
Ingatkah... Randa tapak itu kini telah terbang
Melayang, terbawa angin Sang Bayu
Tak tentu arah mencari peraduan
Akarnya pun tak tertancap lagi, tak tertahan lagi
Perlahan batangnya melayu, tanpa kelopak
Seruaknya memang meriah, hanya pilu ini tak kunjung melemah
Bersama si Randa Tapak...
Kisah-kisah itu kini telah melayang jauh
Tak tergapai tak dapat tersemai lagi
Di tanah yang sama, di relung yang sama
Randa tapak kini tak nampak
Aku berkarat, sekarat, tak berdetak
Meratap sarat harap, bertahan pun tak pelak
Perlahan meringis meringkup dalam khayal
Bahwa kasih tak selamanya terbahak
Kini, malah terisak, melihat punggung itu dari belakang
Berlalu bersama hembusan randa tapak...
Amlapura, 28 Mei 2022