Azizir Rohma Febriyani
Ku ketuk tirai bambu yang kini telah menjadi abu. Kutemukan secercah bongkahan kayu yang telah rapuh. Rapuh akan rasa yang telah berlalu, hingga muncul pundi-pundi harapan yang baru. Berganti hati bersuci akan duniawi, tuk sambut kedatangan idul fitri yang dinanti.
Jember, 11 Mei 2022
