Afifatu Rodhiyah
TAKDIR
Musim gugur telah berlalu, menyisakan musim dingin yang membeku
Api yang berkobar tak cukup besar tuk melelahkannya
Renjana diatas bukit, termangu menatap Astron berselimut salju
Menggigil, meracau pada waktu yang berlalu
Sejenak menatap hamparan putih tanpa corak
Sekilas bayangan muncul menarik manik tuk menatap
Tinggi semampai, rahang tegas, rambut hitam serta mata elang
Tatapan kita bertemu dan beradu sebelum bayangannya hilang dibalik bukit
Selepas hari itu, sosok itu bagai hantu
Bergelayut dimimpi dan pikiranku
Enggan sirna meski telah ditumpuk beban dan tugas sekolah
Seperti ada celah kosong yang tersimpan hanya untuknya
Oh, tuhanku
Perasaan apakah yang sedang berkecamuk dalam tubuhku kala mengingatnya?
Sosoknya hanya sekilas, namun mengapa ia membekas
Takdir hidup dan mati, jika ia jodohku pasti akan bertemu kembali
Grobogan, 30 Mei 2022


