Sepucuk Rindu dari Nona Pemalu
Karya: Evelyn Serla SaputriTuan, bolehkah aku merindu?
Dari baris-baris sajak ini, aku berani mengadu.
Bukan karena apa, hanya saja aku malu.
Tuan, bisakah kau bacakan bait puisi itu di depanku?
Puisi yang berisi perasaan yang menggebu-gebu.
Aku ingin mendengar suara merdumu,
tapi aku malu.
Maaf bila lancang aku meminta padamu.
Nona ini sungguh tak sanggup bila bertemu.
Seandainya kita bertatap mata, mungkinkah aku akan kembali terlena?
Atau mungkin aku akan kabur dari sana?
Ini gila.
Aku bersyukur kau tak mengenalku, tapi aku juga merasa sakit.
Apakah sampai nanti aku hanya akan menjadi pengagum rahasiamu?
Entahlah, aku pun tak tahu.
Tuan, beberapa doa kupanjatkan untukmu, semoga bahagia selalu hidupmu.
Menangislah bila dunia terlalu jahat padamu, tidak apa-apa, kau sudah hebat di mataku.
Salam rindu,
dari Nona Pemalu.
Merauke, 30 September 2026