Akasha Nirvana
Karya: Deva Kirana PutriKetika langit bertemu dengan senja,
mereka saling mencintai dalam diam.
Langit ingin memeluk lebih lama,
tapi senja akan segera menghilang.
Begitu pula kita.
Kita pernah sama-sama ingin bertahan,
tapi arah kita berlawanan.
Kita berjalan di peta yang sama,
tapi di takdir yang berbeda.
Aku masih mengingatmu —
bukan karena aku belum bisa lupa,
tapi karena kamu layaknya Puspita,
bunga yang pernah menaburkan arumi
di halaman hidupku yang dulu gersang
Parasmu, canda tawamu,
yang pecah di tengah kebisingan.
Semua masih kusimpan,
bukan untuk kugenggam,
melainkan untuk kukenang
Terima kasih sudah hadir,
meski tidak bisa menjadi takdir.
Terima kasih sudah membuatku runtuh,
agar aku belajar bagaimana caranya kembali utuh.
Kini aku tidak lagi menunggu senja menetap.
Aku belajar menjadi langit —
yang tetap biru, meski tak lagi menyatu.
Tangerang, 3 Oktober 2026