Di Muara yang Tak Bernama
Karya: Anisa Sri MulyatiRindu berdiam di palung ingatan
Ia tumbuh tanpa diminta kedatangan
Namamu menjadi arus yang tenang
Namun, tak pernah benar-benar hilang
Malam adalah dermaga sunyi
Di sanalah rinduku berlabuh sendiri
Ia datang bersama pasang
Ia pergi bersama surut
Tetapi laut tidak pernah kosong
Ia menyimpan jejak setiap pelayaran
Begitu pula ingatan
Ia menyimpan apa yang tak sempat pulang
Aku pernah mencari muaramu
Namun, arus membawaku menjauh
Kini aku tidak lagi bertanya
Ke mana rinduku harus berlabuh
Biarlah ia menjadi laut
Luas, dalam, dan tak tersentuh
Sebab mungkin, rindu bukan tentang pertemuan
Ia tentang sesuatu yang tetap tinggal
Meski dermaganya telah kehilangan kapal
Meski lautnya tak lagi menunggu
Biarlah rindu menjadi pelajaran
Bahwa tidak semua yang jauh harus kembali
Tidak semua yang hilang harus dicari
Dan tidak semua yang dirindukan harus dimiliki
Bogor, 1 Oktober 2026