ELEGI DI TEPI JINGGA
Karya: Amelia Nor AiniDua dekade telah lewat,
purnama pun silih berganti.
Kenyataan datang mengetuk,
dua arah tak lagi serasi.
Saling menjauh walau tertatih,
memaksa diri meredam luka.
Memutus tautan kalbu yang semula ada,
hingga kini bayangmu lebur ditelan udara.
Kududuk di tepian kota,
menikmati semburat senja fana.
Kulihat kemudian sepasang bayang di sana,
saling merajut jemari di tengah hiruk-pikuk kota.
Maka kusadari pada akhirnya,
bahagiamu telah menemukan tuan.
Hatiku masih menyimpan nestapa,
namun bisikanmu—kini perlahan tenggelam dalam warta.
Tangerang, 1 Oktober 2026