Melupakan Senja
Karya: Adam PrasetyoAku ingin melupakan senja,
bukan karena warnanya buruk,
melainkan karena terlalu indah untuk terus kutunggu.
Dulu, setiap petang,
aku percaya jinggamu akan menetap.
Nyatanya, kau hanya singgah,
lalu pergi bersama cahaya.
Kini aku belajar, tak semua yang indah
ditakdirkan untuk dimiliki.
Biarlah namamu larut
di antara hujan dan malam.
Biarlah kenanganmu menjadi debu
yang perlahan diterbangkan angin.
Jika kelak aku melihat langit jingga,
aku tak akan lagi mencarimu.
Sebab melupakanmu
bukan berarti membenci masa lalu,
melainkan menerima bahwa
ada beberapa keindahan
yang memang harus kulepaskan,
agar langkahku dapat kembali pulang.
Jakarta, 30 September 2026