Jiwa Semesta
Karya: Zahrotun NafisahJiwa semesta
Sejak dirimu agata membawa harsa, diriku menari dalam tawa.
Sesejuk rembulan yang menyinari semesta, senyum ayu terbit di bawah semesta.
Dia nara dengan naluri apik bertandang masuk ke dalam jiwa.
Berpuluh kala mengantarkan tawa yang tiada tara.
Guratan halus dan sasmita elok saat dipandang.
Semburan pipi merona saat tertawa berdua.
Menciptakan detakan asmara yang begitu indah.
Kita adalah dua jiwa semesta yang berisi gelak merdu di antara insan lain.
Bangkalan, 31Agustus 2016