Wais Yusuf Nayottama - Air yang Tak Bisa Di bedakan (OSN 3.8)

📅 11 September

 Air yang Tak Bisa Di bedakan

Karya: Wais Yusuf Nayottama



Kertas ulangan kembali ke mejaku,
angka merah duduk diam menatapku,
padahal semalam kantuk kupaksa berlalu,
demi hasil yang kuharap sempurna begitu.

Aku cuma diam, duduk termangu,
menyimpan kertas itu, seperti menyimpan pilu,
menahan semua di balik senyum yang kupaku,
sebab di kelas, air mata tak punya waktu.
Sore itu ke kamar mandi yang sepi,
gayung demi gayung kutumpahkan ke wajah sendiri,
airnya dingin, tapi tangisku dingin lagi,
keduanya jatuh bersamaan, sulit dibedakan pasti.

"Kenapa menangis?" tanya hatiku sendiri—
tak ada jawab, hanya suara gayung berbunyi,
menutupi isak yang selama ini kusembunyikan rapi,
di tempat inilah aku boleh jujur sekali.

Aku menangis bukan karena angka merah itu,
aku lelah menjaga topeng setiap waktu,
aku biarkan gayung berhenti untuk pertama kali,
membiarkan air mata jatuh, tanpa harus disembunyikan lagi.


Bekasi, 10 September 2026