Pagutan Nisha
Karya: VANIA NABILA SAFORINisha yang merajut timira,
membawa sepi yang enggan sirna. Malam-malam tanpa jawaban itu,
kini menjelma kalbu yang lara.
Hatiku bagaikan sandyakala,
menggantung pasrah di batas siang dan malam, sebelum akhirnya habis kausita,ditelan nisha yang kelam.
Buana ini tak pernah luput dari harsa,
namun mengapa lara terasa lebih perkasa? Saat usia menginjak dewasa,aku dipaksa mengeja kehilangan yang menjelma kebiasaan.
Jiwa ini terpasung mencari kebenaran,
menagih ketenangan yang telanjur karam;seluas laut yang tak bertepi,
seindah rembulan yang terasing,
dan sesunyi pusara bintang.
Kerinci, 10 september 2026