Jiwa yang Bertopeng
Karya: SaidahRembulan redup membasuh jiwa yang legam.
Aku terpasung sepi, mendekap lara paling sunyi.
Ketika takdir kian angkuh menghujam kalbu yang lara, tiada dekap hangat tempat mengadu pedih ini.
Bulir duka merayap lambat di pipi.
Menitik satu demi satu, menyentuh lantai sunyi.
Isak yang bungkam pecah dalam palung hati, membasuh perih sedalam samudra tersembunyi.
Lelah kuperankan topeng senyum di bumi.
Di balik tawa, ada luka kian mendalam.
Biarkan rintik air mata melarutkan nestapa, menghanyutkan duka ke malam kelam.
Balangan, 1 September 2026